Jelajah Pesona Pangkalpinang

Tidak ada komentar 326 views

Hai sahabat semua! Kesempatan ini kita akan membahas tema jelajah pesona Pangkalpinang.  Pangkalpinang berada di daerah otonomi yang letaknya di pulau Bangka provinsi Bangka Belitung.

Selalu ada yang terasa kurang jika berkunjung atau menjelajahi suatu tempat langsung meluncur kesana tanpa mengetahui pesona disekitarnya. Kita akan fokus pada tempat, padahal masih banyak pesona lain yang terselip diantaranya. Seperti pesona budaya, kuliner maupun keindahan tempat wisata yang belum terekam mata kita. Saat kita mengetahui selipan pesona yang terlewat hanya menimbulkan penyesalan. Supaya tidak timbul penyesalan yang mendalam dan melewatkan setiap jengkal pesonanya, ayo sama-sama kenali pesona yang bisa kita dapatkan di Pangkalpinang. Let’s go!

peta pesona wisata Pangkalpinang

peta pesona Pangkalpinang – Sumber : wonderfulpangkalpinang.info

Perjalanan di Pangkalpinang bisa melalui dua jalur. Pertama jalur udara bisa melalui Bandara Depati Amir. Melalui bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura II ini, kita langsung disambut suasana nyaman dengan dibangunnya terminal baru. Kedua jalur laut, bisa ditempuh melalui Pelabuhan Pangkal Balam. Dari kedua lokasi ini, kita sudah dapat menikmati pemandangan sekitar dengan ciri khas pesona tepi pantai.

Untuk menikmati pesona wisata pantai lebih leluasa, perjalanan dapat dilanjutkan ke pantai Pasir Padi. Pantai yang berjarak sekitar 7 km dari pusat Kota Pangkalpinang memiliki jenis ombak tenang, jadi cukup aman untuk bermain air atau berenang bersama anak-anak. Sehingga sangat cocok menjadi pilihan liburan keluarga besar untuk sekedar menghabiskan waktu sambil menikmati suasana, berjemur sampai berenang.

Terdapat sebuah keunikan di pantai Pasir Padi ketika air pantai surut. Dengan kontur bibir pantai yang sangat landai, saat air surut akan muncul hamparan pasir begitu luas. Luasnya hamparan pasir yang lumayan padat bisa digunakan untuk bermain sepak bola, bahkan bisa berjalan-jalan menyusuri pantai sambil mengendarai sepeda motor di atas pasir pantai.

Pantai Pasir Padi, Pesona Pangkalpinang

Pantai Pasir Padi – Sumber : pangkalpinangkota.go.id

Setelah menikmati pesona pantai perjalanan berlanjut ke bagian tengah kota Pangkalpinang. Pesona utama yang wajib dikunjungi adalah sebuah bangunan yang menjadi kebanggaan rakyat Bangka Belitung, bernama Museum Timah. Lokasinya berada di Jalan Jenderal Achmad Yani No. 17, Pangkalpinang. Museum menyimpan berbagai macam koleksi benda-benda yang berkaitan dengan penambangan timah. Museum ini wajib dikunjungi karena hanya satu-satunya di Indonesia bahkan Asia, jadi akan sangat menyesal jika melewatkannya.

Awalnya bangunan museum digunakan sebagai tempat tinggal bagi para karyawan dari Bangka Tin Winning (BTW). Dalam perjalanan kemerdekaan bangsa Indonesia bangunan ini menjadi saksi bisu terselenggaranya perjanjian Roem-Royen. Perjanjian yang dilakukan antara Indonesia dengan Belanda tersebut, terjadi pada tanggal 7 mei 1949. Hasil dari perjanjian tersebut sampai saat ini masih tersimpan rapi di museum, sekaligus menjadi bukti sejarah perjalanan bangsa Indoensia. Jadi disini kita dapat berwisata menikmati pesona museum sekaligus belajar mengenai timah dan sejarah.

Museum Timah, Pesona Pangkalpinang

Museum Timah – Sumber : panoramio.com

Bergeser dari Museum perjalanan berlanjut ke sebuah Kelenteng. Kelenteng yang bernama Kwan Tie Miau ini, menjadi salah satu bangunan kelenteng tertua di Bangka. Sebab menurut perkiraan dibangun sekitar tahun 1841 Masehi, perkiraan didasarkan pada aksara China yang terdapat pada sebuah Lonceng. Kelenteng yang berada di jalan Mayor Muhidin, Pangkalpinang tersebut awalnya memiliki nama Kwan Tie Bio.

Ornamen pada Kelenteng menggunakan hiasan buah Labu (Gourd) diletakkan pada puncak atap. Sedangkan di bagian depan tengah terdapat lambang Patkwa (Pakua) dengan lingkaran hitam putih (Ying dan Yang) di tengahnya. Patkwa tersebut melambangkan sebuah keberuntungan, rejeki ataupun kebahagiaan.

Dalam perkembangannya Kelenteng mengalami dua kali perubahan nama, saat masa kekuasaan Orde Baru kelenteng diberi nama Amal Bhakti. Akibat kebakaran 22 Februari 1998, menghanguskan hampir seluruh bangunan kelenteng dan hanya tersisa di bagian kiri saja. Kemudian dilakukan pembangunan ulang, bangunan baru diresmikan pada 5 Agustus 1999 dan namanya berganti menjadi Kwan Tie Miau.

Pesona di area ini tak hanya Kelenteng saja, sebab sekarang telah dilakukan penataan kawasan Kelenteng Kwan Tie Miau dengan menambah pesona Gang Singapur dan Pasar Mambo. Penataan area diharapkan menambah daya tarik pesona wisata sekaligus icon Pangkalpinang, yaitu Cina Town atau kampung Cina. Didalamnya disuguhkan wisata budaya, wisata belanja hingga wisata kuliner khas Cina.

Sebagai Cina Town tentu tak mungkin lepas dari berbagai perayaan hari besar agama. Inilah acara menarik bagi wisatawan yang sangat rugi jika dilewatkan. Perayaan yang dimaksud antara lain pusat peringatan Imlek, Cap Go Meh hingga kegiatan Pot Ngin Bun. Pot Ngin Bun menjadi salah satu ritual tradisional Cina di Kelenteng Kwan Tie Miau, bertujuan untuk menolak bala semua wabah penyakit yang menyerang Masyarakat sebagai contoh wabah Beriberi di Bangka 1850-1860.

Kelenteng Kwan Tie Miaw, Pesona Pangkalpinang

Kelenteng Kwan Tie Miaw – Sumber : jalan2.com

Tak jauh dari kawasan Cina Town perjalanan dapat dilanjutkan ke GPIB Maranatha. Awalnya Gereja memiliki nama Kerkeraad der Protestansche Gemeente to Pangkalpinang. Pembangunannya dilakukan pada masa Residen J.E. Eddie tahun 1927, pada waktu yang sama juga dibangun sebuah menara air berlokasi di Bukit Mangkol. Setelah Indonesia merdeka namanya berubah menjadi Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Maranatha Pangkalpinang.

Arsitektur bangunan gereja terdapat keunikan pada sebuah menara jam yang cukup besar dan bagian depanya berbentuk segitiga. Sedangkan bangunannya dari beton dengan bentuk atapnya limas, dindingnya menggunakan batu bata kemudian dilapisi oleh batu granit. Komplek gereja terdiri dari bangunan inti serta dua bangunan pendukung di sebelah kanan dan belakang. Pesona arsitekturnya sangat menarik untuk dilihat sekaligus dipelajari.

GPIB Maranatha Pangkalpinang, Pesona Pangkalpinang

GPIB Maranatha Pangkalpinang – Sumber : visitbangkabelitung.com

Melanjutkan perjalanan mengunjungi pesona wisata religi bisa datang ke Masjid Jamik. Masjid yang berlokasi dijalan Masjid Jamik, menjadi salah satu bangunan Masjid terbesar sekaligus tertua di Pangkalpinang. Masjid Jamik dibangun oleh masyarakat dari Kampung Dalam Pangkalpinang, yaitu masyarakat asli Kampung Tuatunu. Masyarakat tersebut pindah ke kota disebabkan perbedaan paham dan kekhilafiahan. Bangunan berdiri sejak 3 Syawal 1355 Hijriah atau dalam kalender Masehi 18 Desember 1936, hal tersebut dapat dilihat pada tulisan prasasti yang terbuat dari marmer disebelah barat depan pekarangan Masjid.

Keunikan arsitektur Masjid bisa dilihat antara tangga bagian depan yang berbentuk setengah lingkaran dengan bagian atapnya dihias oleh tiang penyangga berukuran kecil sebanyak 5 tiang. Jumlah 5 tiang dapat diartikan sebagai simbol Rukun Islam. Sedangkan antara tembok bagian depan dengan atapnya dihias oleh 6 tiang penyangga kecil dengan posisi 3 bagian kanan dan 3 bagian kiri. Jumlah 6 tiang dapat diartikan sebagai Rukun Iman.

Arsitektur di dalamnya terdapat 4 tiang utama, jumlah tersebut sesuai dengan jumlah Khalifaturrasyidin. Pintu masuk utama majid ada 5 dengan letak 3 di depan sedangkan 2 pintu lainnya berada disisi kiri dan kanan. Masjid Jamik memiliki 3 tingkat dengan 1 kubah dan empat menara.

Saat ini Masjid Jamik menjadi salah bangunan Cagar Budaya Kota Pangkalpinang. Hal ini ditetapkan melalui peraturan menteri kebudayaan dan pariwisata nomor PM.13/PW.007/MKP/2010 pada 8 Januari 2010 tentang cagar budaya.

Masjid Jamik Pangkalpinang, Pesona Pangkalpinang

Masjid Jamik Pangkalpinang – Sumber : visitbangkabelitung.com

Dari masjid Jamik perjalanan religi berlanjut ke arah pegunungan di daerah Tua Tunu, berupa sebuah makam tekernal dengan sebutan Akek Bandeng. Sebutan Akek pada masyarakat Bangka artinya adalah kakek sedangkan Bandeng menurut bahasa daerah Tua Tunu maksudnya seseorang yang selama hidupnya tidak pernah menikah. Nama asli dari AKek Bandeng ialah Akek Malik kelahiran sekitar 1850 dan wafatnya sekitar tahun 1920.

Makam ini sering menjadi tujuan ziarah berbagai kalangan masyarakat sebab menurut cerita, Akek Bandeng semasa hidupnya merupakan seorang ahli ibadah yang begitu shaleh. Sehingga dianggap mendapatkan karunia lebih dari Allah SWT dan dapat memberikan berbagai syafaat. Asal-usul Akek Bandeng masuk menjadi masyarakat Kampung Melayu Tua Tunu kurang jelas sebab tidak ada bukti pastinya, hanya berkembang dari cerita masyarakat sekitar.

Makam Akek Bandeng, Pesona Pangkalpinang

Makam Akek Bandeng – Sumber : pangkalpinangnews.blogspot.com

Setelah berjalan-jalan tentu tak puas jika belum mencicipi nikmatnya kulinernya, untuk sekedar mengganjal perut bisa merasakan Otak-Otak Bangka. Kuliner ini terdapat dua jenis, yaitu Otak-otak daging ikan dengan warna putih dan Otak-otak daging ikan Tenggiri dengan lapisan kulit di bagian luar membuat warnanya menjadi coklat.

Otak-otak Bangka selalu tersaji bersama sambal ataupun saus. Terdapat tiga macam sajian sambal yaitu sambal asam, sambal biasa dan sambal terasi dengan jeruk nipis khas Bangka. Rasa Otak-otak Bangka kurang lebih mirip dengan Empek-empek makanan khas Palembang, karena bahan dasarnya sama-sama dari ikan hanya berbeda dalam proses pembuatannya.

Proses pembuatan Otak-otak Bangka jauh berbeda dengan Empek-empek, sebab Otak otak Bangka di bungkus menggunakan daun pisang lalu dibakar sehingga rasa ikan Tenggiri masih sangat terasa. Selain rasa ikan, harum daun pisang dan hasil pembakaran menimbulkan aroma dan citarasa tersendiri.

Otak otak Bangka, Pesona Pangkalpinang

Otak otak Bangka – Sumber : perwakilan.babelprov.go.id

Saat makan tak lengkap tanpa minuman, ngak mungkin kan makan tanpa minum seperti Ular. Jadi langsung pesan salah satu minuman khas Bangka, namanya Tai Fu Sui. Minuman ini sangat terkenal terutama di daerah Pangkalpinang dengan nama Fu Sui. Fu Sui adalah minuman hasil dari pengolahan kacang kedelai. Jadi, jika dilihat secara sekilas minuman tersebut mirip dengan susu kedelai, namun Fu Sui memiliki kekhasan rasa yang membuatnya sangat cocok menemani makan Otak-Otak Bangka atau camilan lainnya.

Minuman Tai Fu Sui, Pesona Pangkalpinang

Minuman Tai Fu Sui – Sumber : bangkatour.com

Setelah puas jalan-jalan dan menikmati kuliner masih belum lengkap jika tak membawa cindera mata khas. Sebelum kembali pulang melalui bandara atau pelabuhan mampir dulu di toko Kain Cual atau lebih dikenal sebagai batik cual. Batik cual merupakan kain khas dari Bangka Belitung, sayang kan kalau pergi jauh-jauh tanpa membawa kain ini sebagai kenang-kenangan. Kain bisa didapat dari Toko Cual atau Bangka Trade Center (BTC).

Kain Cual, Pesona Pangkalpinang

Kain Cual – Sumber : indonesiakaya.com

Sebenarnya masih banyak pesona Pangkalpinang, seperti: 1) Bangka Botanical Garden; 2) Kawasan Industri Ketapang; 3) Lapangan Golf Girimaya; 4) Perkuburan Sentosa; 5) Wilhelmina Park; 6) Tugu Pergerakan Kemerdekaan; 7) Kelekak Community; 8) Hutan Wisata Tua Tunu; 9) Wisata Budaya Nganggung; 10) Ritual Ceng Beng atau Sembahyang Kubur; dan lain-lain.

Banyaknya pesona di Pangkalpinang tak cukup dikunjungi dalam sehari, bisa menginap dahulu di beberapa Hotel atau Wisma. Jadi setelah mengenal Pesona Pangkalpinang, tinggal pilih dong pesona terbaik untuk dikunjungi. Let’s Go!

referensi penulisan pesona Pangkalpinang : pangkalpinangkota.go.id

#PesonaPangkalpinang

author
Penulis: 
Seorang pendatang baru di dunia blogging, namun telah berpengalaman dalam jasa Review, Placements, Content Writer. I'm Blogger!

Tinggalkan pesan "Jelajah Pesona Pangkalpinang"

*