Inovasi #BatikIndonesia Icon Kabupaten DI Yogyakarta

Tidak ada komentar 616 views
inovasi #batikindonesia mendukung jogja kota batik

inovasi #batikindonesia icon kabupaten DI Yogyakarta untuk mendukung jogja kota batik

Batik dalam beberapa tahun terakhir sedang mengalami lonjakan kepopuleran. Pakaian dengan motif batik sebelumnya hanya dipandang sebelah mata, bahkan dianggap ketinggalan zaman oleh kalangan muda. Sehingga kita sering jumpai hanya digunakan pada acara bertema kebudayaan atau tradisional, namun hal tersebut seketika berubah dan berevolusi menjadi salah satu trend model pakaian. Titik tolak revolusi batik berawal terjadi pada momen pengakuan Unesco tahun 2009, yaitu penetapan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (masterpieces of the Oral and intangible Heritage of Humanity) dari Indonesia. Momen selanjutnya saat ditetapkannya Yogyakarta menjadi Kota Batik Dunia oleh World Craft Council (WCC) saat perayaan ulang tahun ke-50 di Zhejiang, China, bulan Oktober 2014.

Pengakuan Unesco menyulut kebangkitan pesat pada industri batik di Indonesia. Berbagai daerah mulai muncul sebagai sentra industri batik baru, salah satunya di daerah Yogyakarta. Jogja telah lama dikenal sebagai kota budaya yang begitu kental dengan tradisi pemakaian batik di lingkungan keraton maupun upacara adat seperti pernikahan, tujuh bulanan, dan sebagainya. Sehingga kita lebih sering menjumpai orang yang memakai batik dibandingkan daerah lain. Seiring dengan modernisasi batik, Jogja tidak mau ketinggalan untuk memunculkan inovasi baru. Apalagi permintaan pakaian dengan motif batik terus meningkat.

Saat ini Yogyakarta memiliki dua jenis motif batik, pertama batik motif tradisional yang digunakan di lingkungan keraton maupun upacara adat dan kedua batik bermotif modern hasil inovasi industri kreatif. Lokasi produksi batik tradisional maupun modern Jogja tersebar merata, bahkan hampir setiap Kabupaten memiliki Icon batiknya sendiri. Dilihat dari besearnya industri dan pengguna batik di Jogja, wajarlah jika diberi julukan “ Jogja Kota Batik Dunia ”. Berikut persembahan inovasi #BatikIndonesia sebagai icon setiap kabupaten dari DI Yogyakarta untuk dunia.

Inovasi #BatikIndonesia Icon Kabupaten Kulon Progo : Geblek Renteng

Batik motif Geblek Renteng yang kini tenar, lahir dari acara Lomba Desain Motif Batik Khas Kulonprogo tahun 2012. Keputusan panitia berdasarkan dokumen No.10/JUARA/V/2012 menetapkan juaranya adalah Ales Candra Wibawa dari Rt 08, Rw 04, pedukuhan Dlaban, Sentolo, Kulonprogo.

Batik Geblek Renteng saat ini telah digunakan sebagai identitas warga Kulonprogo, khususnya PNS dan siswa menjadi seragam wajib dinas dan sekolah. Kebutuhan seragam yang terus bertambah dan tidak akan pernah berhenti dapat meningkatkan kesejahteraan para pengrajin batik maupun penjahit. Sehingga saat pangsa pasar luar sedang lesu pengrajin masih bisa tetap berproduksi untuk memenuhi kebutuhan lokal.

Gambar Motif Batik Geblek Renteng

Batik Geblek Renteng

Batik Geblek Renteng

Makna Setiap Motif Batik Geblek Renteng

Telah kita ketahui jika setiap motif batik memiliki filosofi yang kaya akan makna, begitupun pada batik Geblek Renteng. Perpaduan sempurna gambaran motif tak hanya membuat batik Geblek Renteng sebagai Icon baru Kulon Progo, namun sekaligus menjadi ajang promosi gratis berbagai kekhasan daerah secara tidak langsung. Makna dari setiap goresan motifnya sebagai berikut:

Geblek

Kulonprogo sangat kaya baik makanan khas, kekayaan alam, dan lain sebagainya. Salah satu makanan khas dari daerah ini adalah Geblek, hal ini mendasari pengaplikasiannya dalam sebuah batik sebagai motif utama.

Geblek menjadi sebuah camilan kaya karbohidrat sekaligus mengenyangkan, karena terbuat dari bahan utama singkong. Pembuatannya adonan Geblek biasanya ditambahkan bumbu bawang putih dan garam supaya lebih gurih, kemudian adonan dipilin dan dibentuk seperti angka delapan lalu digoreng. Geblek biasanya disajikan bersama tempe kedelai atau tempe kacang benguk.

Manggis

Tak hanya Geblek yang terlukis, terdapat juga gambar buah manggis sebagai salah satu flora khas Kulonprogo.

Burung Kacer

Bagi para pencinta burung atau Kicau Mania tentunya telah banyak yang tau jika di Kulon Progo terdapat burung Kacer. Burung merdu ini merupakan salah satu fauna identitas Kulonprogo, sehingga ikut digambarkan dalam motif batik Geblek Renteng.

Lukisan Naik Turun

Motif Lukisan Naik Turun mengambarkan kenampakan bentang alam Kulonprogo begitu bervariasi dan lengkap, mulai dari kontur pegunungan sampai dataran rendah maupun pantai.

Lambang Binangun Mulai Mekar

Lambang Binangun dalam batik ini tergambar seperti kuncup bunga mulai mekar. Filosofinya bermakna jika Kulonprogo menjadi daerah yang segera mekar sempurna untuk menunjukkan pesona keindahan dan membuktikan pada dunia sebagai permata di Pulau Jawa, sesuai slogannya “Kulon Progo The Jewel Of Java”.

Lambang Binangun Mirip Sayap

Bentuk lambang binangun tidak hanya mulai mekar, namun juga menyerupai bentuk sayap. Hal ini bermakna jika sebentar lagi Kulonprogo akan mempunyai sebuah Bandara. Dengan bandara baru ini harapannya akan membawa Kulonprogo mengudara dan disegani dunia.

Inovasi #BatikIndonesia Icon Kabupaten Bantul : Ceplok Kembang Kates

Batik Ceplok Kembang Kates dirancang oleh Drs. I Made Sukanadi, M. Hum dan Arif Suharso, M.Sn, namun saat ini hak patennya dimiliki oleh Disperindagkop Kabupaten Bantul. Batik ini hanya boleh diproduksi dengan cara cap, tulis atau menggunakan kombinasi dua cara tersebut. Meskipun belum begitu tenar namun secara perlahan mulai menjadi icon dari Kabupaten Bantul.

Pemkab Bantul dalam usaha memasyarakatkan icon baru ini bahkan telah mengeluarkan surat edaran Bupati nomor 025/565/Perindagkop tetanggal 21 Agustus 2014, mengenai Penggunaan batik Motif Ceplok Kembang Kates dan hasil rapat terpadu Disperindagkop dengan intansi terkait dan perajin batik. Kebijakan untuk menggunakan warna Batik Ceplok Kembang Kates pun diatur disana, untuk mempermudah mengenali profesi pemakainya. Batik dengan warna dasar merah diperuntukkan bagi PNS, kecuali Guru dan tenaga medis. Batik dengan warna dasar hijau diperuntukkan bagi Guru dan tenaga medis. Sedangkan warna dasar biru untuk aparat pemerintah pusat Kabupaten Bantul, pegawai BUMN atau BUMD, aparat desa serta berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya.

Gambar Motif Batik Ceplok Kembang Kates

Batik Ceplok Kembang Kates

Batik Ceplok Kembang Kates

Makna Setiap Motif Batik Ceplok Kembang Kates

Menurut pencipta pemilihan motif Batik Ceplok Kembang Kates Drs. I Made Sukanadi, M. Hum dan Arif Suharso, M.Sn karena mendapatkan inspirasi dari sebuah tanaman pohon pepaya. Pohon pepaya sendiri di daerah Bantul sering disebut sebgai kates. Pohon pepaya dipilih karena dapat tumbuh dan hidup dengan baik di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi. Selain itu pohon pepaya juga dikenal sebagai pohon multiguna, sebab hampir semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan.

Inovasi #BatikIndonesia Icon Kabupaten Sleman : Parijoto Salak

Batik Parijoto Salak kelahirannya mirip dengan batik Geblek Renteng, yaitu berawal dari sebuah kompetisi desain batik. Awalnya pemenang lomba Susilo Radi Yunianto membuat motif berjudul Parijoto, namun dalam produksinya sebagai Icon oleh Pemkab Sleman dikombinasikan dengan motif Salak.

Batik motif Parijoto Salak telah dilaunching secara resmi sebagai icon saat pembukaan pameran pembangunan dan potensi Sleman tahun 2014. Launching tersebut bertepatan dengan rangkaian hari jadi Kabupaten Sleman. Kemudian langkah sosialisasi awalnya, seluruh pejabat di Kabupaten Sleman mulai memakai seragam batik motif Parijoto Salak.

Gambar Motif Batik Parijoto Salak

Batik Parijoto Salak

Batik Parijoto Salak

Makna Setiap Motif Batik Parijoto Salak

Pemilihan motif Batik Parijoto Salak tentunya memiliki makna tersendiri, tidak asal pilih. Makna dari batik tersebut sebagai berikut :

Parijoto

Parijoto merupakan tanaman asli dari Kabupaten Sleman. Tanaman Parijoto tumbuh di sekitar lereng Gunung Merapi, terutama di daerah Pakem dan Cangkringan. Tanaman ini dipercaya memiliki banyak manfaat serta memiliki khasiat khusus, sehingga dapat digunakan sebagai lambang kemakmuran.

Salak Pondoh

Salak Pondoh juga merupakan salah satu kekayaan tanaman asli dari Kabupaten Sleman. Rasanya yang manis dan gurih menjadikan Salak Pondoh sebagai oleh-oleh wajib.

Inovasi #BatikIndonesia Icon Kabupaten Sleman : Walang Jati Kencono dan Walang Sinanding Jati

Kabupaten yang berada di bagian timur Yogyakarta ini juga tidak mau kalah, karena Kabupaten Gunung Kidul memiliki dua icon batik, yaitu batik Walang Jati Kencono dan batik Walang Sinanding Jati. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Gunungkidul nomor 176/KPTS/2013, para PNS dan Siswa dihimbau memakai seragam batik seminggu sekali. Siswa sekolah menggunakan batik Walang Jati Kencono, sedangkan PNS menggunakan batik Walang Sinanding Jati.

Gambar Motif Batik Walang Jati Kencono dan Walang Sinanding Jati

Batik Walang Jati Kencono dan Walang Sinanding Jati

Batik Walang Jati Kencono dan Walang Sinanding Jati

Demikian persembahan Inovasi #BatikIndonesia yang menjadi Icon di Setiap Kabupaten DI Yogyakarta. Beragam inovasi ini muncul selain untuk kepentingan komersial juga sebagai jembatan untuk melestarikan warisan budaya Batik.

Referensi :

kulonprogokab.go.id

bantulkab.go.id

slemankab.go.id

kabarhandayani.com

author
Penulis: 
Seorang pendatang baru di dunia blogging, namun telah berpengalaman dalam jasa Review, Placements, Content Writer. I'm Blogger!

Tinggalkan pesan "Inovasi #BatikIndonesia Icon Kabupaten DI Yogyakarta"

*