Diary Eksotisme Indramayu Kota Budaya

Tidak ada komentar 288 views
Diary Eksotisme Indramayu Kota Budaya

Indramayu Kota Budaya

Hallo sobat! Beberapa hari yang lalu kita telah mengenali budaya dari  daerah admin Yogyakarta, yaitu sebuah sendatari Sugriwo Subali yang telah menjadi agenda rutin di kawasan wisata Goa Kiskendo. Kemarin bertema #JogjaHeritage, dalam rangka memperingati hari jadi kota Jogja. Dalam momen yang hampir bersamaan ternyata Kota Indramayu juga tengah merayakan hari jadinya. Sebagai pecinta budaya sekaligus ingin memberikan salam dan ucapan selamat, dalam tulisan ini admin akan mengeksplor berbagai kebudayaan dari Indramayu. Hasil eksplorasi admin telah terangkum dalam sebuah catatan dengan judul “Diary Eksotisme Indramayu Kota Budaya”.

Budaya menurut wikipedia adalah sebuah cara hidup yang berkembang serta dimiliki bersama sekelompok orang, kemudian diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi. Terbentuknya budaya dari berbagai unsur, seperti agama, adat-istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan maupun karya seni. Jadi budaya memiliki makna yang sangat luas, tidak hanya terbatas pada kesenian atau ritual tertentu.

Sekilas Mengenali Indramayu Kota Budaya

Indramayu adalah sebuah Kabupaten yang masuk dalam wilayah Provisi Jawa Barat, tepatnya di bagian utara dan berbatasan langsung dengan laut jawa. Dengan pusat kota dan pusat pemerintahan juga bernama Indramayu. Selain berbatasan langsung dengan laut Jawa di bagian timur berbatasan dengan Cirebon, di bagian barat berbatasan dengan Subang sedangkan di bagian selatan berbatasan dengan Majalengka.

Kabupaten Indramayu terbagi dalam 33 kecamatan dan 315 desa. Kabupaten Indramayu menurut sejarahnya terbentuk pada 7 Oktober 1527, sehingga 7 Oktober selalu diperingati sebagai hari jadi Indramayu. Indramayu dikenal dengan julukan kota Mangga. Sebab hampir semua keluarga di Indramayu memiliki pohon mangga yang terkenal manis yaitu jenis mangga cengkir.

Budaya Indramayu sangat dipengaruhi oleh budaya Sunda, sebab masih dalam area tanah pasundan. Uniknya dalam bahasa keseharian kebanyakan penduduknya lebih mahir menggunakan bahasa Cirebon dengan dialek Indramayu yang sering disebut dengan Basa Dermayon.

Saat momen hari raya mengikuti tradisi mudik melalui jalur pantai utara (Pantura) Jawa, tanpa disadari ternyata jalur utamanya membelah kota ini. Banyak orang  sering melewati wilayah Indramayu, namun jarang yang berhenti untuk mengeksploresi keindahan wisata maupun budayanya. Sebab belum banyak mengetahui eksotisme pesona wisata dan budaya di dalamnya, sehingga kebanyakan hanya numpang lewat atau makan dan istirahat di rest area. Untuk mengatasi hal tersebut, pada ulang tahun ke 489 diadakan explore budaya indramayu dengan tagline “Indramayu Kota Budaya”.

Mengenal Budaya Indramayu

Bahasa

Bahasa menentukan menjadi ciri utama budaya sebuah daerah, sebab tanpa komunikasi tak mungkin kita dapat saling mengenal lebih jauh. Begitupun masyarakat Indramayu, memiliki bahasa daerah yang menjadi ciri khasnya untuk saling berkomunikasi sehari-hari. Dalam kurikulum pendidikan bahasa daerah diajarkan bahasa Dermayu. Meskipun terdapat sebagian wilayah menggunakan bahasa Sunda.

Kirab atau Karnaval Budaya

Ngarot

Ngarot merupakan salah satu upacara yang sudah ada sejak tahun 1600-an. Biasa dilakukan masyarakat desa dari Kecamatan Lelea saat menjelang mulainya penggarapan sawah. Tujuan mengadakan Ngarot supaya hasil pertanian nantinya melimpah.

Ngarot diawali dengan para gadis melakukan kegiatan ider-ideran atau kirab mengelilingi desa. Para gadis sebelumnya telah menggunakan busana adat dengan kepala dihiasi mahkota bunga. Dalam kirab juga diiringi oleh lantunan musik tradisional.

Nadran

Kata Nadran asalnya dari kata Nadzar yang memiliki arti janji. Nadran menjadi simbol ungkapan syukur para nelayan kepada tuhan yang telah memberikan karunianya atas hasil tangkapan ikan yang melimpah. Kemudian berharap hasil tangkapan selanjutnya akan meningkat dan dijauhkan dari bencana atau mara bahaya saat bekerja di laut. Nadran biasanya diselenggarakan diantara bulan Oktober sampai Desember, lokasinya di sekitar Pantai Bugel, Dadap, Eretan, Glayem, Karangsong, Limbangan dan Ujung Gebang.

Acara utama Nadran yaitu pelarungan kepala kerbau disertai dengan miniatur kapal hias ke laut. Ketika pelaksanaan Nadran para nelayan menghias menghias kapalnya dengan beragam makanan serta minuman, kemudian akan dinikmati oleh warga maupun pengunjung setelah melakukan acara pelarungan kepala kerbau.

Budaya Religi

Ngunjung atau Unjungan

Tradisi Petani

Jaringan

Mapag Tamba

Sangkretan / mider tamba

Mapag Sri

Sedekah Bumi

Cagar Budaya

Pendopo Kabupaten

Eks. Asisten Residen

Budaya Busana atau Pakaian

Batik Dermayon

Budaya Kuliner atau Makanan

Cimplo

Ragit Indramayu

Bubur Sura

#Indramayu489 #IndramayuKotaBudaya

author
Penulis: 
Seorang pendatang baru di dunia blogging, namun telah berpengalaman dalam jasa Review, Placements, Content Writer. I'm Blogger!

Tinggalkan pesan "Diary Eksotisme Indramayu Kota Budaya"

*